PENAHBISAN GEDUNG GEREJA "GALED" JEMAAT GPM RUMBERU
- klasis kairatu
- Mar 23
- 2 min read

Minggu, 22 Maret 2026, Penantian panjang umat dan Pelayan di Jemaat GPM Rumberu Klasis Kairatu akhirnya terjawab, setelah melewati 29 tahun pergumulan ditengah keterbatasan akses infrastruktur jalan pegunungan Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat, Jemaat Rumberu kini memiliki rumah Ibadah yang permanen. Gedung Gereja Baru yang diberi nama “GALED” telah ditahbiskan.
Penahbisan Gedung Gereja yang mulai dibangun sejak tahun 1997 dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp. 1,5 milliar lebih tersebut, diawali dengan Ibadah di Gedung Gereja “Galed” lama, yang dilayani oleh Ketua Majelis Jemaat Pdt. Adeleida Hatuopar, S.Si. Teol, kemudian para Pendeta se-Klasis Kairatu dan Majelis Jemaat melakukan prosesi membawa alat-alat Sakramen menuju ke Gedung Gereja “Galed” yang baru. Di Gedung Gereja “Galed” yang baru, Wakil Ketua I MPH Sinode GPM, Pdt. R.A.
Rikumahu, M.Th, Gubenur Maluku, Hendrik Lewerissa,SH,MH,LM, menandatangani prasasti kemudian dilanjutkan dengan pembukaan selubung papan nama Gereja dan penyerahan kunci dari Kepala Tukang kepada Ketua Panitia Pembangunan Gedung Gereja dan selanjutnya kepada Wakil Ketua I MPH Sinode GPM, dilanjutkan dengan Pembukaan pintu Gereja untuk Ibadah Perdana yang dipimpin oleh Pdt. R. Resley, S.Si.
Kehadiran Gubenur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Ibu Maya Baby Lewerissa/ Rampen, Wakil Bupati Seram Bagian Barat Selfinus Kainama bersama Ibu Elis Kainama/Dewana, Plt Kadis PU Maluku Hengky Tamtelahitu serta unsur Pemerintah dan masyarakat lainnya memberi harapan baru atas keterbatasan akses insfrastruktur jalan dan jembatan. Wakil Ketua I MPH Sinode GPM, Pdt. R.A. Rikumahu, M.Th, dalam arahan mengajak jemaat menoleh ke belakang, mengingat perjalanan 29 tahun, bukan waktu yang singkat. “ini bukan sejarah yang pendek” kata Pdt. Riko Rikumahu, seakan mengajak jemaat untuk mengingat setiap jejak perjuangan bersama mereka, sebab proses pembagunan Gereja ini bukanlah sebuah proses yang mulus. “ada langkah yang tertatih, tenaga yang terkuras, ada keringat yang tercucur, lutut yang goyah, pundak yang luka, bahkan air mata yang jatuh. Namun, dari semua itu, satu hal yang tidak pernah hilang, yaitu : IMAN. Iman yang tumbuh di tengah keterbatasan.” GALED bukan sekedar sebuah bangunan fisik, melainkan sebuah pernyataan iman Jemaat di Rumberu yang bekerja dengan tulus, setia dan penuh pengharapan kepada Tuhan. GALED adalah tanda bahwa setiap komitmen perdamaian yang bangun bersama, tidak bisa kita ingkari. “Gedung Gereja ini sudah selesai, tetapi kerja kita belum selesai” , lanjut Pdt Riko Rikumahu.
Ia mengajak jemaat” untuk tidak membiarkan Gereja ini kosong. Gereja ini harus hidup, dipenuhi pujian dan doa. Datanglah cari Tuhan di sini di GALED”. Sebab keberadaan jemaat Rumberu di pengunungan Inamosol bukanlah kebetulan. Ada maksud Tuhan untuk menghadirkan Perdamaian dalam kehidupan sehari-hari. Gubenur Maluku, Hendrik Lewerissa,SH,MH,LM melalui sambutan mengatakan Pemerintah tidak menutup
mata terhadap tantangan yang masih dihadapi masyarakat di Pegunungan Inamosol, ini jalan Kabupaten Seram Bagian Barat, karena itu, beliau menegaskan komitmen pemerintah untuk membuka konektivitas wilayah melalui pembangunan jalan dan jembatan, walaupun disadari bahwa pembangunan tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat.
Gubenur Maluku juga memberikan apresiasi kepada GPM, khusus Klasis Kairatu, yang dinilai aktifmendorong pemberdayaan ekonomi Jemaat melalui Gerakan Menanam dan Memasarkan (GKM) dan berbagai program melalui PARPEM Uraur. Di Tanah “Solibatai” – Rumberu berdiri kokoh Rumah Tuhan GALED, bukan hanya sebagai simbol komitmen umat dan pelayan, tapi juga sebagai tanda iman bahwa Allah hadir di lembah, di bukit dan lurah. GALED adalah janji Damai yang terus akan dikumandangkan di tanah Nusa Ina…Mese!










Comments